Translate

Sabtu, 02 Februari 2013

Penentuan pH larutan


Judul   : Penentuan pH larutan
Tujuan : Menentukan pH larutan dengan berbagai indicator
Landasan Teori
            Larutan asam dan basa merupakan senyawa elektrolit. Asam adalah suatu senyawa jika dilarutkan ke dalam air akan memberikan ion hydrogen (H+) dalam suatu larutan, basa adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air akan memberikan ion hidroksida (OH-) dalam suatu larutan. Cara yang tepat untuk menentukan sifat asam dan basa dengan menggunakan zat penunjuk yang disebut dengan indicator. Dengan indicator kita juga dapat menentukan pH suatu larutan. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman suatu larutan. Ada dua jenis indicator yaitu indicator bahan alam dan indicator buatan (sintetis). Indicator yang biasa digunakan adalah kertas lakmus dan larutan indicator yang keduanya termasuk dalam indicator tunggal (fenolftalein, metil jingga, metil merah,dan brom timol biru), indicator universal, dan pH meter. Indicator bahan alam juga dapat di dapat dari ekstrak kembang sepatu, kunir, geranium dan lain-lain.
Alat dan Bahan:

1.      Pelat tetes                               
2.      Gelas kimia
3.      Pipet tetes
4.      Indikator metil merah
5.      Indicator metil jingga
6.      Indicator brom timol biru
7.      Indicator universal
8.      Larutan jeruk nipis
9.      Indicator fenolftalein
10.  Larutan garam
11.  Larutan gula
12.  Pemutih pakaian
13.  Minuman bersoda
14.  Air mineral
15.  Larutan natrium karbonat
16.  ekstrak kunir
17.  ekstrak bunga kembang sepatu
18.  gelas ukur
19.  saringan
20.  lumping dan alu
21.  natrium karbonat



Cara kerja
1.      Memeras jeruk nipis cari airnya, saring dan tempatkan pada gelas kimia, kemudian menambahkan aquadest.
2.      Mengambil larutan jeruk nipis dengan pipet tetes. Kemudian isi pada pelat tetes baris pertama masing-masing 5-6 tetes.
3.      Mengulangi langkah 2 untuk larutan garam dan gula isi baris kedua dan ketiga pada pelat tetes.
4.      Menambahkan indicator metal merah 1-2 tetes untuk masing-masing larutan. Mengamati dan mencatat perubahan warna yang terjadi.
5.      Mengulangi langkah 4 untuk indicator metal jingga, brom timol biru dan fenolftalin.
6.      Mencelupkan sebagian indicator universal pada masing-masing larutan lalu keringkan. Mengamati perubahan warna yang terjadi lalu mencocokan warna dengan pH yang sesuai.

Hasil pengamatan
No
Larutan/zat cair
Perubahan warna setelah ditetesi indikator
Metil merah
Metil jingga
Brom timol biru
fenolftalein
Kunir
Kembang sepatu
Indikator universal
1.
Jeruk nipis
Merah
Merah
kuning
Tdk berwarna
Kuning
merah
Merah muda
2.
Pemutih
Hijau
Hijau
Hijau
Tdk berwarna
-
-
kuning
3.
Gula
Orange
Orange
Kuning
Tdk berwarna
-
-
Hijau
4.
Minuman bersoda
Merah
Orange
kekuningan
Tdk berwarna
kuning
Merah
Merah jingga
5.
Garam
kuning
Orange
Hijau
Tdk berwarna
-
-
Hijau
6.
Natrium karbonat
kuning
Kuning
Biru
Tdk berwarna
Merah tua
Merah muda
Merah jingga












Perkiraan pH
No.
Larutan/zat cair
pH larutan dari tiap indicator
Perkiraan pH
Metil merah
Metil jingga
Brom timol biru
fenolftalein
Indicator universal
1.       
Jeruk nipis
4,2
2,9
6,0
8,3
3
3
2.       
Pemutih
4,2<pH<6,3
2,9<pH<4,0
6,0<pH<7,6
8,3
6
6,3<pH<7,6
3.       
Gula
4,2<pH<6,3
2,9<pH<4,0
6,0
8,3
7
7
4.       
Soda
4,2
2,9<pH<4,0
6,0
8,3
4
4<pH<4,2
5.       
Garam
6,3
2,9<pH<4,0
6,0<pH<7,6
8,3
7
7
6.       
Natrium karbonat
6,3
4,0
7,6
8,3
11
8,3<pH<11








Jawaban pertanyaan:
1.      Bisa, larutan yang memiliki pH <7 memiliki sifat asam, larutan yang memiliki pH>7 memiliki sifat basa dan larutan bersifat netral jika memiliki pH=7.
Asam yaitu jeruk nipis dan soda
Basa yaitu pemutih dan natrium karbonat
Netral yaitu garam dan gula
2.      Kurang akurat, jika ditinjau dari nilai, indicator universal hanya menunjukan skala pH angka yang bulat. Sedangkan banyak larutan yang memiliki pH dalam bentuk pecahan decimal.
Simpulan
            Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa menentukan pH suatu larutan dapat di lakukan dengan berbagai indicator, pH dapat ditentukan dengan melihat warna larutan setelah ditetesi indicator kemudian dicocokan dengan trayek pH indicator tersebut. Dengan indicator universal kita langsung dapat menentukan pH larutan dengan membandingkan antara warna pada lembar indikatordan keterangan warna pada wadah. Dengan indicator alami kita hanya dapat menentukan sifat larutan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar